Cari Blog Ini

Memuat...

25 April 2013

Tugas Psikologi Pendidikan_PAUD



AnakPraSekolah
=
AnakUsiaDini?
RuangLingkupUsiaDini
Bayi (lahir –12 bulan)
Toddler (1 –3 tahun)
Pra Sekolah(3 –6 tahun)
Awal SD ( 6 –8 tahun)


PENGERTIAN PAUD PENDIDIKAN ANAK USIA DINI (PAUD) ADALAH “SUATU UPAYA PEMBINAAN YANG DITUJUKAN KEPADA ANAK SEJAK LAHIR SAMPAI DENGAN USIA 6 TAHUN YANG DILAKUKAN MELALUI PEMBERIAN RANGSANGAN PENDIDIKAN UNTUK MEMBANTU PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN JASMANI DAN ROHANI AGAR ANAK MEMILIKI KESIAPAN DALAM MEMASUKI PENDIDIKAN LEBIH LANJUT”

·        Tujuan Umum PAUD
Membantu mengembangkan seluruh potensi dan kemampuan :
“ Fisik, intelektual, emosional, moral & agama “secara optimal dalam lingkungan pendidikan yang kondusif, demokratis & kompetitif.
·        Tujuan Khusus PAUD
Mengembangkan gerakan dan keterampilan tubuh serta mengembangkan konsep diri, kreativitas dan inisiatif
Sebuah penelitian yang dilakukan oleh seorang ahli Perkembangan dan Perilaku Anak dari Amerika bernama Brazelton menyebutkan bahwa pengalaman anak pada bulan dan tahun pertama kehidupannya sangat menentukan apakah anak ini akan mampu menghadapi tantangan dalam kehidupannya dan apakah ia akan menunjukkan semangat tinggi untuk belajar dan berhasil dalam pekerjaannya.

menurut saya terdapat perbedaan PAUD masa lalu (pada masa usia saya kira-kira 15 tahun yang lalu) dibandingkan PAUD di masa sekarang.
perbedaannya seperti perbedaan kurikulum dan cakupan materi pembelajarannya.
seperti yang kita ketahui pada masa dulu PAUD diperuntukkan untuk anak usia dini sebagai tempat mereka bermain belajar bersosialisasi, belajar mengenal lingkungan, belajar untuk memulai memecahkan masalah untuk seusia mereka. Namun sekarang  tujuan dan  fungsi PAUD sendiri berkembang menjadi tempat untuk pembelajaran ilmu pengatahuan itu semua ditunjang dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan perkembangan teknologi yang semakin maju.
Pendidikan pra sekolah seperti Play Group/ Taman Kanak-kanak (PG/TK) adalah untuk membantu meletakkan dasar ke arah perkembangan sikap, pengetahuan, keterampilan dan daya cipta yang diperlukan oleh anak didik dalam menyesuaikan diri dengan lingkungannya dan untuk pertumbuhan dan perkembangan selanjutnya.
Anak-anak pada sekitar umur 3 atau 4 tahun merupakan massa permulan terbukanya jiwa anak-anak untuk menerima pengaruh dari luar melalui pancainderanya secara luar biasa. Anak-anak sangat tertarik kepada gambar-gambar teristimewa yang berwarna, lagu-lagu dan suara pada umumnya, cerita-cerita tentang apapun juga. Massa ini dinamakan “gevoelige periode” oleh Montessori. Di sinilah letak pentingnya pendidikan pra sekolah. Di lingkungan pra sekolah, otak anak distimulasi untuk siap belajar di jenjang selanjutnya, kemandirian mereka dilatih dalam format bermain yang terarah.
Manfaat pendidikan pra sekolah adalah untuk mendidik anak untuk belajar berbagai hal sesuai dengan usia dan kemampuan perkembangan otaknya. Mereka juga dilatih untuk mempersiapkan diri memasuki masa sekolah. Misalnya, anak diperkenalkan dengan alat tulis dan cara menggunakannya. Dengan demikian, ketika sudah duduk di sekolah dasar, ia sudah mengerti cara memegang alat tulis dan menulis dasar.


tapi ada sisi positif dan negatifnya juga looo
positifnya:
1. semakin cerdas tentunya :)
2. semakin kooperatif terhadap lingkungan
3. semakin mampu beradaptasi dengan kemajuan zaman
4. semakin oke deh :)

negatifnya :(
1. terlalu cepat di kenalkan dengan teknologi jadi bisa berdan dampak negatif untuk perkembangan psikisnya bila tidak di awasi dengan benar
2. terlalu monoton dalam perkembangan teknologi
3. terkadang salah menggunakan teknologi itu sendiri :(

Menurut Snowman (1993 dalam Patmonodewo, 2003) mengemukakan ciri-ciri anak prasekolah (3-6 tahun) yang biasanya adalah anak TK. Ciri-ciri yang dikemukakan meliputi aspek fisik, sosial, emosi dan kognitif anak.
1.        Ciri Fisik Anak Prasekolah Atau TK.
            Penampilan maupun gerak gerik prasekolah mudah dibedakan dengan anak yang berada dalam tahapan sebelumnya.
a.     Anak prasekolah umumnya aktif. Mereka telah memiliki penguasaan atau kontrol terhadap tubuhnya dan sangat menyukai kegiatan yang dilakukan sendiri.
b.    Setelah anak melakukan berbagai kegiatan, anak membutuhkan istirahat yang cukup, seringkali anak tidak menyadari bahwa mereka harus beristirahat cukup. Jadwal aktivitas yang tenang diperlukan anak.
c.    Otot-otot besar pada anak prasekolah lebih berkembang dari kontrol terhadap jari dan tangan. Oleh karena itu biasanya anak belum terampil, belum bisa melakukan kegiatan yang rumit seperti misalnya, mengikat tali sepatu.
  
 d.     Anak masih sering mengalami kesulitan apabila harus memfokuskan pandangannya pada obyek-obyek yang kecil ukurannya, itulah sebabnya koordinasi tangan masih kurang sempurna.
e.     Walaupun tubuh anak lentur, tetapi tengkorak kepala yang melindungi otak masih lunak (soft). Hendaknya berhati-hati bila anak berkelahi dengan teman-temannya, sebaiknya dilerai dandijelaskan kepada anak-anak mengenai penyelesaian masalahnya.
f.    Walaupun anak lelaki lebih besar, anak perempuan lebih terampil dalam tugas yang bersifat praktis, khususnya dalam tugas motorik halus, tetapi sebaiknya jangan mengkritik anak lelaki apabila ia tidak terampil, jauhkan dari sikap membandingkan anak lelaki-perempuan, juga dalam kompetisi ketrampilan seperti apa yang disebut diatas.
2.     Ciri Sosial Anak Prasekolah atau TK
a.    Umumnya anak pada tahapan ini memiliki satu atau dua sahabat, tetapi sahabat ini cepat berganti, mereka umumnya dapat cepat menyesuaikan diri secara sosial, mereka mau bermain dengan teman. Sahabat yang dipilih biasanya yang sama jenis kelaminnya, tetapi kemudian berkembang sahabat dari jenis kelamin yang berbeda.
b.    Kelompok bermain cenderung kecil dan tidak terorganisasi secara baik, oleh karena kelompok tersebut cepat berganti-ganti.
c.    Anak seringkali bermain dengan anak yang lebih besar.


3.     Ciri Emosional Pada Anak Prasekolah atau TK.
a.    Anak TK cenderung mengekspreseikan emosinya dengan bebas dan terbuka. Sikap marah sering diperlihatkan oleh anak pada usia tersebut.
b.    Iri hati yang terjadi pada anak prasekolah selalu terjadi, mereka seringkali memperebutkan perhatian guru.
c.    takut disebabkan pembiasaan, peniruan, dan ingatan tentang pengalaman kurang menyenangkan yang ada mulanya reaksi adalah panik kemudian menjadi lebih khusus seperti lari, menangis, dan bersembunyi.
d.    gembira diekspresikan dengan tersenyum dan tertawa, bertepuk tangan, melompat-lompat, dan memeluk benda atau orang yang membuatnya bahagia.
e.    cemburu sering disebabkan karena mengira bahwa minat dan perhatian teralih darinya. Anak yang lebih muda dapat menunjukkan secara terbuka atau menunjukkannya dengan kembali berperilaku seperti anak kecil.
f.    sedih terjadi pada anak-anak karena mereka kehilangan sesuatu yang dicintai atau yang dianggap penting bagi dirinya.
g.    ingin tahu terjadi pada anak-anak ketika mereka menemukan sesuatu yang baru pertama kali dilihat, baik itu berada pada tubuhnya sendiri atau pada tubuh orang lain.
h.    kasih sayang diberikan anak-anak kepada orang lain, binatang, atau benda yang menyenangkan. Ketika masih kecil mereka mengungkapkannya dengan cara memeluk, menepuk, dan mencium objek tersebut, tetapi ketika sudah besar mereka akan mengungkapkannya.
4.    Ciri Kognitif Anak Prasekolah atau TK
a.     Anak prasekolah umumnya terampil dalam berbahasa. Sebagian dari mereka senang berbicara, khususnya dalam kelompoknya, sebaiknya anak diberi kesempatan untuk berbicara, sebagian dari mereka dilatih untuk menjadi pendengar yang baik.
b.     Kompetensi anak perlu dikembangkan melalui interaksi, minat, kesempatan, mengagumi dan kasih sayang. 


ayooo kembangkan hal-hal yang menunjang pengetahuan sejak dini :)  dan minimalisirkan dampak negatifnya. kembangkan dampak positifnya..........

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar